Menjadi orang kaya adalah mimpi setiap orang. Nyaris di dunia ini tidak
ada orang yang ingin hidupnya berkekurangan apalagi sengsara. Oleh
karena itu, mereka berlomba mencari rezeki dimuka bumi
sebanyak-banyaknya. Ketika harapan itu terkabul, ada kewajiban yang
perlu ditunaikan, yaitu bersedekah. Bagaimana sedekah yang terbaik?
Yaitu, saat seorang Muslimah dalam kondisi lapang atau kaya.
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan, "Seseorang bertanya kepada Rasulullah
Saw., 'Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdal?' Beliau
menjawab, 'Engkau bersedekah ketika msih dalam keadaan sehat lagi loba,
sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kautunda hingga
ruh sudah sampai di kerongkongan, baru berpesan, 'Untuk si fulan sekian
dan untuk si fulan sekian.' Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan
(ahli waris)" (HR Bukhari).
Ibnu Bathal menjelaskan, "Karena biasanya, rasa pelit itu muncul pada saat sehat, sehingga sedekah pada saat itu lebih jujur dan lebih besar pahalanya. Berbeda jika seseorang sudah putus asa dari kehidupan dan mulai dapat melihat bahwa hartanya sebentar lagi akan menjadi milik orang lain."
Janganlah seorang Muslimah meniru karakter Qarun yang super kaya, tetapi ketika dia mencapai puncak kemewahan justru melupakan Allah, Zat yang memberinya kekayaan. Allah pun murka dan menenggelamkan seluruh kekayaannya kedalam perut bumi (QS Al-Qashash [28]: 79-82).
Sumber : 195 pesan cinta Rasulullah oleh Abdillah F.Hasan
Ibnu Bathal menjelaskan, "Karena biasanya, rasa pelit itu muncul pada saat sehat, sehingga sedekah pada saat itu lebih jujur dan lebih besar pahalanya. Berbeda jika seseorang sudah putus asa dari kehidupan dan mulai dapat melihat bahwa hartanya sebentar lagi akan menjadi milik orang lain."
Janganlah seorang Muslimah meniru karakter Qarun yang super kaya, tetapi ketika dia mencapai puncak kemewahan justru melupakan Allah, Zat yang memberinya kekayaan. Allah pun murka dan menenggelamkan seluruh kekayaannya kedalam perut bumi (QS Al-Qashash [28]: 79-82).
Sumber : 195 pesan cinta Rasulullah oleh Abdillah F.Hasan

0 komentar:
Posting Komentar