Setelah orang-orang kafir menangis selama 40 tahun, lalu mereka digiring
oleh Malaikat Zabaniyah (juru siksa neraka) menuju neraka Jahanam,
mereka dikumpulkan bersama teman-teman syetan dan bersama kelompoknya
sendiri-sendiri. Mulai saat itu, rasa bingung, nelangsa (merana) dan
rasa takut yang tiada terkira semakin terlihat pada wajah mereka,
wajahnya pucat bagaikan mayat yang akan membusuk, berubah menjadi hitam,
matanya melotot, orang-orang yang melihatnya pasti merasa takut dan
jijik.
Orang yang selalu menghalang-halangi kemajuan agama Islam akan digiring keneraka dan menjadi teman Ka'ab bin Al-Asyraf, berkumpul dengan orang Yahudi di neraka Huthamah. Orang tidak beriman kepada para Rasull (utusan Allah) digiring keneraka menjadi teman Abu Jahal, berkumpul dengan orang-orang Nasrani di neraka Sa'ir. Orang yang menghinakan dan menyepelekan pada orang yang tidak punya (fakir miskin), akan menjadi teman Walid bin Mughirah, orang ahli musik, gitar, biola dan sebagainya akan menjadi teman Imru'ul Qois lalu digiring keneraka Jahanam. Hal ini sebagaimana firman Allah:
"Pada suatu hari Kami panggil setiap orang dengan pemimpin-pemimpin mereka."
(QS. Bani Israil: 71)
"Dan orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan." (QS. Az-Zumar): 71)
"Neraka mempunyai tujuh buah pintu, setiap pintu berdiri dari bagian yang terpisah-pisah."
Sumber : Buku Munculnya Dajjal & Imam Mahdi Di Akhir Zaman Oleh Musa Turoichan Al-Qudsi

0 komentar:
Posting Komentar