Orang yang pertama masuk surga yaitu Rasulullah SAW. Diceritakan bahwa
ketika orang mukmin dipisahkan dari orang kafir di Mafshilis Sabil, maka
para malaikat datang silih berganti sambil membawa bendera, payung dan
pakaian untuk diberikan kepada para kekasih Allah yang suci (orang
mukmin) yang berharap segera diberangkatkan menuju surga. Pada waktu itu
surga telah dihiasi dengan berbagai macam hiasan yang indah-indah. Para
wildan (anak-anak kecil yang menjadi pelayan disurga) yang mempunyai
kelincahan yang diumpamakan seperti intan mutiara yang bertaburan. Para
bidadari juga telah berdandan untuk menghormati dan menyambut kedatangan
para satria linuwih (orang mukmin) disurga.
Baginda Nabi Muhammad SAW. menerima bendera pujian (Liwu'ul Hamdi),
semua para nabi, para ulama, para syuhada dan shalihih berkumpul dibawah
Liwa'ul Hamdi yang dibawa oleh Nabi SAW. Sahabat kaum Muhajirin dan
para Shiddiqin (orang-orang yang jujur) berkumpul dibawah bendera
Sayyidina Abu Bakar Ash-Shidiq ra. Orang yang berbuat adil dan amar
ma'ruf nahi munkar (mengajak kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran)
berada dibawah benderanya Sayyidina Umar bin Khathab ra. Orang yang
mendermakan sebagian hartanya untuk jihad fisabilillah (membela agama
Allah) berkumpul dibawah benderanya Sayyidina Utsman bin Affan ra. semua
para wali berkumpul dibawah bendera Sayyidina Ali bin Abi Thalib
Karramallahu wajhah. Orang yang mati dianiaya tanpa dosa berkumpul
dibawah benderanya Sayyidina Husein bin Ali ra. Orang yang ahli taubat
berkumpul dibawah benderanya Wahsyi. Begitu seterusnya, bendera tersebut
ada 313 macam.
Lalu mereka secara berombongan diberangkatkan menuju surga dan melewati padang-padang yang luas, dalam padang tersebut ada pepohonan yang bermacam-macam jenisnya, buahnya banyak sekali, bunga-bunganya bermekaran, pada pepohonan tersebut terdapat burung-burung yang berkicau merdu sekali, suaranya nyaring, bila didengarkan bagaikan suara alunan musik yang menggema, di antara pepohonan tersebut terdapat sumber mata air, airnya bening dan bersih, lalu ahli surga minum air tersebut, sehingga hati mereka menjadi bersih dan hilang sifat madzmumah (tercela) dari hati mereka.
Setelah itu mereka manaiki Buraq (sejenis hewan yang bertubuh seperti kuda, kepala dan wajahnya seperti manusia, mempunyai sayap, langkahnya adalah sejauh penglihatan), lalu mereka terbang menuju surga. Para penjaga pintu surga memberikan salam penghormatan kepada mereka sambil menabur-naburkan emas, berlian dan mutiara ke arah kepala ahli surga, lalu mereka dipertemukan dengan para bidadari dan duduk bersama mereka bagaikan pengantin baru, di surga mereka kekal abadi dan tidak pernah mati.
Lalu mereka secara berombongan diberangkatkan menuju surga dan melewati padang-padang yang luas, dalam padang tersebut ada pepohonan yang bermacam-macam jenisnya, buahnya banyak sekali, bunga-bunganya bermekaran, pada pepohonan tersebut terdapat burung-burung yang berkicau merdu sekali, suaranya nyaring, bila didengarkan bagaikan suara alunan musik yang menggema, di antara pepohonan tersebut terdapat sumber mata air, airnya bening dan bersih, lalu ahli surga minum air tersebut, sehingga hati mereka menjadi bersih dan hilang sifat madzmumah (tercela) dari hati mereka.
Setelah itu mereka manaiki Buraq (sejenis hewan yang bertubuh seperti kuda, kepala dan wajahnya seperti manusia, mempunyai sayap, langkahnya adalah sejauh penglihatan), lalu mereka terbang menuju surga. Para penjaga pintu surga memberikan salam penghormatan kepada mereka sambil menabur-naburkan emas, berlian dan mutiara ke arah kepala ahli surga, lalu mereka dipertemukan dengan para bidadari dan duduk bersama mereka bagaikan pengantin baru, di surga mereka kekal abadi dan tidak pernah mati.

0 komentar:
Posting Komentar