Ternyata hutang yang jumlahnya milyaran rupiah itu lunas dengan sodaqoh dua milyar.
Sebuah kisah seorang pengusaha yang tidak terduga-duga jatuh bangkrut hingga semua aset bahkan rumah pribadinya yang ia bangun susah payah ikut ludes terjual demi melunasi hutang-hutang akibat usahanya yang jatuh bangkrut. Lima milyar, yah…itu jumlah hutang yang harus dilunasi empat hari setelah semua aset usaha dan rumahnya terjual, namun hasil dari penjualan tersebut sang pengusaha hanya bisa memegang uang dua milyar, tidak cukup untuk membayar hutangnya.Bingung bercampur aduk dengan asa yang tak karuan, termasuk terlintas dibenak sang pengusaha tentang penjara buatnya jika tidak bisa melunasi hutang sebanyak lima milyar tersebut. Namun sang pengusaha tidak patah arang, sang pengusaha mengembalikan semuanya kepada sang pemilik hidup yakni Allah SWT, dimana ia berfikir tentang kebesaran sang Maha Kuasa tentang hambanya yang sedang kesulitan dan hanya kepadanya akan memohon dan berlindung atas kesulitan dan dampaknya tersebut.
Hari Jumat, ya ketika hari Jumat tiba, maka hanya menyisakan 3 hari lagi untuk mencapai hari dimana ia harus melunasi hutang lima milyarnya tersebut. Sesaat kemudian sang pengusaha berbicara kepada sang anak “nak, uang dua milyar hasil penjualan dari semua aset usaha dan rumah itu tidak akan cukup untuk melunasi hutang”, sang anak hanya termangu mendengarkan sang bapak berbicara demikian. “Jika bapak harus dipenjara, biyar tidak apa-apa, bawalah uang dua milyar itu ke pada yang lebih membutuhkan, sedekahkan semuanya, jika yang memberi hidup sudah berkehendak seperti ini, maka tidak apa-apa”, pasrah sang pengusaha.
Sesaat kemudian, sang anak-pun berangkat untuk menyedekahkan uang dua milyar tersebut sebagaimana perintah sang bapak. Panti asuhan, masjid, lembaga-lembaga sosial, kemanusiaan ia masuki dan menyerahkan sedekah uang tersebut seraya meminta doa agar besok dan seterusnya ada jalan untuk melunasi hutang dan ngejalanin semua kesulitannya tersebut.
Beberapa hari kemudian, Tibalah suatu malam dimana esok harinya sang pengusaha harus melunasi hutangnya tersebut, namun harapannya kepada Allah SWT tidak luntur miskipun dengan uang dua milyar yang ia sedekahkan tersebut tak kunjung diganti oleh yang maha Esa. Tepat pada waktu tengah malam, dimana pergantian hari telah berjalan sampai pada hari dimana ia harus melunasi hutang lima milyarnya tersebut, tak disangka, Subahanallah….sang pengusaha memperoleh kabar, bahwa ia mendapatkan kiriman pada rekeningnya sebesar sebelas milyar yang berasal dari tempat dulu ia bekerja sebelum mempunyai usaha sendiri.
Allahuakbar….iapun besok harinya melunasi hutangnya, meneruskan usahanya, membeli rumah yang lebih besar dari sebelumnya, membayar karyawannya yang masih setia bekerja miskipun dibayar dan kadang tidak dibayar. Dan syukur yang luarbiasa, saat ini usahanya maju, sukses keras. Subahanallah…..3x

0 komentar:
Posting Komentar